SEARCH
Monday, 11 November 2013
Sumpah Pemuda 1928: Jiwa Muda yang Membaharu
Sumpah Pemuda 1928 merupakan lompatan besar dalam pergerakan menentang penjajahan kolonial yang menindas, menghisap dan sewenang-wenang. Kesadaran tersebut tertuang dalam ikrar keindonesiaan oleh pemuda yang pada masa itu disebut Poetoesan Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia (kemudian disebut Sumpah Pemuda). Pada ikrar itulah terlihat jelas rupa nasionalisme indonesia yang pertama kalinya: bertumpah darah yang satu, tanah indonesia; berbangsa yang satu, bangsa indonesia; menjunjung bahasa persatuan, bahasa indonesia.
Ciri pergerakan pasca Sumpah Pemuda 1928
Para penggerak Sumpah Pemuda 1928 adalah kaum muda intelektual yang berasal dari basis priyayi dan borjuis, yang memungkinkan mereka mendapat pendidikan tinggi. Ciri pergerakan mereka yang nasionalis sekuler kian kuat apalagi pada masa itu terjadi kemunduran pada Sarekat Islam dan gagalnya kaum komunis pada masa pemberontakan PKI 1926-1927.
Dari sana, para pemuda nasionalis sekuler berusaha merangkul seluruh lapisan gerakan perlawanan di tanah air. Gerakan kaum muda nasionalis sekuler itulah yang kemudian memimpin pergerakan nasional sampai pada cita-cita pembebasan yaitu kemerdekaan nasional bangsa Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur. Secara praksis, mimpi itu kemudian terwujud dalam kemerdekan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 (17 tahun kemudian).
Bagaimana Memaknainya dalam Konteks Kekinian?
Pertanyaan ini kerap menjadi tagline dalam setiap diskusi-diskusi tema Sumpah Pemuda. Namun selain daripada nostalgia dan pajangan iklan televisi, pada kenyataannya Sumpah Pemuda telah kehilangan maknanya dalam kehidupan sosial masyarakat pada hari ini. Situasi penindasan, penghisapan terhadap yang lemah dan kesewenangan masih terjumpa akrab dalam kehidupan sosial masyarakat kita.
Kondisi tersebut kian parah ketika negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat tidak kunjung terwujud seperti ketika nasionalisme diikrarkan pertama kali. Negara kita terperosok dalam tatanan dunia imperialisme yang baru. Jiwa kaum muda Indonesia yang dulu membaharu, kemudian digempur secara masif dengan nilai dan gaya hidup "menor" sehingga menjadi lemah di dalam walau mengkilau dari luarnya. Maka tampaklah disekitar kita kesenjangan sosial yang semakin tinggi, eksploitasi alam, korupsi yang membudaya dan lain sebagainya dalam kehidupan yang saling menindas satu sama lain.
Hal pertama yang penting dilakukan dalam merefleksi Sumpah Pemuda ialah perenungan kembali terhadap ide dan gagasan dibalik kesejarahannya. Sebagai pemuda Kristen anggota dan kader GMKI, tentunya kita juga harus kembali pada visi kerajaan Allah juga seperti visi GMKI yaitu perwujudan kedamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi di Indonesia berdasarkan kasih.
Selanjutnya, berdasarkan perenungan itu kita kembali mendefinisikan nasionalisme Sumpah Pemuda yang sejatinya sesuai konteks kekinian yang kita hadapi. Pemuda Indonesia tampil kembali sebagai ujung tombak revolusi. Pemuda itu ialah mereka yang tanggap, peduli dan intelektual. Pemuda memperbaharui masyarakat dan bangsanya dengan keberpihakan kepada yang lemah dan teraniaya sebagaimana Yesus Sang Kepala Gerakan teladankan kepada kita. Demikianlah nasionalisme dalam bingkai Indonesia yang demokratis kerakyatan memang membawa kita pada tujuan mulia pembebasan itu.
Tuesday, 31 July 2012
Renungan Harian 1 Agustus 2012
Realita: Banyak orang heboh tentang harta karun. Demi mendapatkannya orang sampai berkelai pertaruhkan nyawa.
Refleksi: Yesus berkata: "Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi." Orang Yahudi biasa menyembunyikan barang-barang berharga supaya tidak dirampas orang. Maka harta terpendam dalam perumpamaan itu pasti sesuatu yang sangat bernilai, sebab setelah memendam lagi harta temuannya itu, "Pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu." Hal serupa dilakukan seorang pedagang yang mencari mutiara berharga: "Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Fokus kedua perumpaman tidak pada harta terpendam dan mutiara yang ditemukan atau pun cara menemukannya, tetapi pada kelakuan pekerja ladang dan pedagang itu. Setelah menemukannya, mereka pergi menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang atau mutiara itu. Demi memperoleh harta terpendam atau mutiara, yang adalah Kerajaan Surga, orang itu memberikan diri secara total dan rela melepaskan segala miliknya. Orang dituntut melepaskan segala-galanya untuk memperoleh Kerajaan Surga.
Rekonsiliasi: Tidak jarang kita berjuang demi harta dan kenikmatan sesaat. Padahal Yesus telah menunjukkan harta Kerajaan Surga yang abadi. Mengapa? Apa mau kita sekarang?
sumber: m.hidupkatolik.com//2012/07/31/mutiara-renungan-rabu-1-agustus-2012
Monday, 26 December 2011
Serenada Natal
Wednesday, 16 February 2011
Siapa Suruh tak Menutup Pintu. #pengakuan -bagian 2-
Pukul 7.00 pagi tadi saya memandikan adik saya yg sedang cedera pada kakinya. Kira-kira 30 menit kami di dlm kmr mandi. Oh ya, kami memang berada di ruang perawatan patah tulang. Walau sebenarnya kaki adik saya tidak patah namun saya sendiri bingung menjelaskan kondisi sebenarnya. Si dukun bilang, mata kaki yang pecah. Tetapi orangtua saya tak setuju pendapat itu, berlebihan menurutnya.
Nah, saat adik sedang asyik bermandi ria. Saya sempat keluar kamar mandi, handuk ketinggalan. Ternyata, sudah ada antrian. Karenanya saya berpikir,baiklah saya harus mengejar waktu.
Harap dicatat, jika pintu kmr mandi / lebih tepatnya halaman mandi itu tdk saya tutup, mka org bisa masuk tanpa sengaja. Kelihatanlah.. Dan karena inilah cerita ini bermula. Setengah jam stelah saya memandikan adik, saya kembali ke kamar atau lebih tepatnya halaman mandi itu. Pintu halaman mandi terbuka. Tanpa ragu saya melangkah masuk. Eh!!
Si ibu muda yang mengantri tadi sedang jongkok. Kupandang kebawah, pahanya lumayan mulus. Refleksku tidak menghindar tapi menjelajah dgn mata.
Itulah saya. Sambil tersenyum saya undur diri. Si ibu muda hanya bilang, eh!! Dlm hati, saya memohon maaf. Ini kejadian sungguh diluar kehendak saya..
Judulnya, salah siapa gak nutup pintu kamar/halaman mandi?? Dan kesan, saya menikmati dan sedikit rasa bersalah.
Siang ini, 2 kali bertemu muka dgn nya. Saya hanya tertunduk malu. Tp dia menantang. #pengakuanku jilid 2. :)
-sekian-
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com