SEARCH

Tuesday, 13 July 2010

Mencari makna.

pose metal ku
Ini foto ceritanya sekitar setahun yang lalu. Haha.. Sesaat setelah mandi kusempatkan untuk berpose metal yang ditandai jari telunjuk dan kelingking sedangkan jari manis dan jari tengah yang dilipat, ditekuk. Formasinya menyerupai kepala kambing dengan dua tanduk nya. Agar sedikit lebih sangar, kutampilkan lidah yang menjulur keluar dan mata yang agak melotot seolah keduanya hendak meloncat keluar dari tengkorak kepalaku.


Sebentar kuamati foto itu, ada setitik kenangan yang serasa kembali menghangat dalam album perjalananku di perantauan. :D Ya, foto itu sendiri tepatnya di sebuah kamar, di sebuah villa di Kaliurang. Kala itu kebetulan kami, kumpulan pemuda gereja dari Semarang sedang mengadakan rangkaian acara kepemudaan, terkhusus menyambut kedatangan adik-adik baru yang seperti biasa harus 'dirayakan secara seremonial' beberapa malam dengan pergi ke daerah dingin nan sejuk seperti Kaliurang ini.

Intinya, di penyambutan itu ada benih cinta yang bersemi. Mungkin tak hanya aku yang mengalami, tetapi juga teman yang lain aku yakin mengalaminya. Setidaknya, aku menikmatinya sampai hari ini. :) Tapi, apakah itu tujuan acara ini, yang kalau tidak salah menguras begitu banyak tenaga dan sejumlah uang -lebih dari sepuluh juta-, dilaksanakan? Aku tak tahu. Ketika dikaitkan kembali esensi kegiatannya yakni penyambutan anggota baru yang bertujuan agar organsisasi tersebut berjalan lebih baik dengan hadirnya muka baru, semangat baru, dan strategi baru untuk kemajuan suatu organisasi kepemudaan tersebut kedepannya, dan setelah saya bandingkan dengan keadaannya sekarang, sepertinya acara seremonial itu sia sia belaka.

Akh.. Sudahlah.. Berawal dari sebuah foto pose metal ku itu di malam ini yang tak sengaja terlihat di monitor, seharusnya ada banyak hal yang harus selalu disyukuri dan diperbaharui, tidak hanya untuk ku tetapi juga segala sesuatu yang ada di sekeliling ku. Itulah makna terdalam dari sebuah kenangan.

baphomet to metalOh ya, sebenarnya gaya tanganku tak ada hubungannya dengan hal mistis seperti baphomet. Walaupun sebenarnya banyak orang secara tak sengaja meniru gaya tangan salam tiga jari seperti yang kutampilkan di foto ku itu, jari telunjuk dan jari kelingking yang berdiri sedangkan kedua jari di tengah nya menekuk (terkadang jempol menekan jari yang ditekuk, ada pula jempol yang tetap berdiri) dan tersehingga menyerupai kepala kambing baphomet seperti di samping ini, namun mereka juga tidak menyadari bahwa formasi tangan yang demikian sejatinya adalah tanda yang digunakan para pengikut setan. Dari sini juga lah awal mulanya legenda musik metal yang  pengikut ajaran setan tersebut mempopulerkan gaya tangan itu sehingga marak diikuti anak muda masa kini yang secara sadar ataupun tak sadar tentang makna dari simbol yang sedang mereka tunjukkan. Dan saya, entah mengapa sering berpose gaya metal demikian, padahal yang saya tahu, saya bukanlah seorang pemuja setan. Hmmm.. Mungkin hanya style, agar terlihat sangar kali ya...



Blogged with the Flock Browser

Tuesday, 13 April 2010

Little Wing - Tribute to Jimi Hendrix

Teman, suntuk nih. Ada obat manjur. Semua sudah pada tau nih dari judulnya. Lagu legendaris dari Oppung Jimi Hendrix, Little Wing. So, let's rape our guitar, than live in blues.. Little Wing yang sangat mengispirasi.



Little Wing

Well she's walking through the clouds
With a circus mind that's running round
Butterflies and zebras
And moonbeams and fairy tales
That's all she ever thinks about
Riding with the wind.

When I'm sad, she comes to me
With a thousand smiles, she gives to me free
It's alright she says it's alright
Take anything you want from me,
Anything.

Fly on little wing,
Yeah yeah, yeah, little wing

Ini SRV.. Grrr..


Om Steve Vai, ampunn..


Ini Om Steve Vai dan Andy Timmons.. Enak kalii niy..


Ini persembahan Indonesia, Gugun & The Blues Shelter..


Ini Rama Satria Claproth. Masih Indonesia punya. Top Blues Indonesia sekarang nih.


Nih yang akustikannya nih..


Eric Clapton berduet Sheryl Crow.. Pake Saxophone juga loh.. Hmm..


Satu lagi, Paul Gilbert yang mainin.. Akhh.... Dahsyat.. (kalo ga kelihatan, ini linknya Paul Gilbert-Little Wing


Dan lain lain masih banyak kok.. Search sendiri aja yahh.. Aku mau nyanyiin bersama little angel ku duluuu.. ahahahaha..

Thursday, 1 April 2010

Kenangan Kecilku Dengannya..

Masa kanak-kanakku dulu, ada seorang tokoh kebanggaan juga sahabat yang sampai kini selalu kukenang. Kupanggil dia Oppung Bum – Bum. Maklum, masa kecilku di akhir abad XX adalah masa awal pecahnya perkembangan teknologi menjadi serba super dan dahsyat seperti sekarang ini. Jadi memang aku masih merasakan bagaimana perasaan seorang anak yang sedemikian girangnya ketika duduk dan menaiki si roda empat sangat membanggakan dan menyenangkan. Kebiasaan ku hanya ada 2, duduk tepat di pangkuannya di depan kemudi atau berdiri tepat di belakang nya sambil terkadang menggodanya dari belakang. Gas teyuss Pung……

Sebagaimana seorang anak yang tumbuh berkembang, di suatu tempat yang mereka sering sebut ‘siantar man’ pada masa itu, sungguh kebanggaan yang tiada tara bisa menaiki mobil, keliling kota dan menikmati angin sepoi perjalanan yang memang karena belum populernya perkembangan ac (air conditioner) di dalam mobil barangkali. Makan mie pangsit di jalan surabaya, tiap hari minggu sebelum pergi sekolah minggu sering menikmati jajanan pagi yang dibeli dari warung acek di jalan surabaya dan tak jarang bangun di tengah malam hanya untuk menyantap mie panjang belakang deli yang fenomenal enaknya. Sungguh perjalanan masa kecil yang indah, penuh makna canda dan tawa bersama seorang sahabat kebanggaanku Oppung Bum-Bum. Top markotop…..

Pernah aku melarikan diri dari rumah. Malam minggu itu, seperti biasa tawaran menginap semalam di rumah oppung memang susah untuk ditolak. Mamak, yang terkadang mudah ditaklukkan, kekeuh untuk menahanku di rumah dengan alasan besok paginya harus bangun pagi berangkat sekolah minggu. Mengadu sama bapak,ahh seperti biasanya, apa kata mamaklah yang jadi. He..he.. Memang bisa dimaklumi karena sering tidur larut kalau lagi di rumah oppung. Betapa tidak, jam 8 selepas makan malam selalu bercerita dengan Oppung Bum-Bum dan Oppung Perempuan di teras rumah. Disitulah bermacam pertanyaan, petuah, dan cerita selalu dihadirkan kehadapanku juga kepada cucu oppung lainnya bang jaya, bang leo, dan gendo. Selepas itu ada saja lanjutannya sessioncurhat bersama tante ina dan tulang iton.

Karena itulah, dengan tekad bulat seorang anak sd, aku menyelinap keluar rumah sekira pukul 11 malam. Gubrakkk, ketahuan pintu rumah ada yang buka, mamak pun memanggil dengan suara khasnya, “daniiiiiiiiiii…..”. Sejurus kemudian aku sudah ada di depan pagar rumah oppung di seberang rumah, jalan bali nomor 5. Selanjutnya yang kuingat adalah aku menangis, karena menyesal seolah melawan orangtua barangkali. Ya iyalah, seorang anak baik melarikan diri dari rumah jam 11 malam untuk tidur di rimah oppung, mendapatkan mosaik indah masa kecil yang memang sungguh berarti sampai kini. Hehehe…………..

Yaa, begitu lah satu dari ribuan kenangan masa kecilku yang kerap kali menghias kalbu dan selalu ingin mengulanginya. Tanpa beban, karena sahabatku itu selalu mampu hadir mendinginkan suasana dan menghangatkannya kembali. Pernah kami berdua di rumah sedang memanaskan daging sampai gosong karena keasyikan cerita, dia bilang padaku, “..wah gosong daging kita mang(amang). Tapi inilah yang enak itu, mantap ini (daging gosong)” . Aku pun menyantap sajalah.. Ya, dia tak pernah ingin rasa kecewa hinggap di sanubari isteri, anak, boru, cucu, dan semua orang di sekelilingnya.

Lagu ‘husayang-sayang’ yang dinyanyikan berulang kali oleh bang jaya silalahi disampingnya pada acara tahun baruan januari 2001 itu mungkin sangat menyentuh hati oppung kami. “…lang pala ham botou tartawai.., hubotoh domma das sura-sura mu… Ongga do ham cinta hubakku.., ongga do ham husayang-sayang…”

Aku juga tertegun di hari ini mengenang petuah indah darinya. Ketika 8 tahun lalu, lagu borhat ma da inang terdengar dari music mobil tulang. “…ingot martamiang…”. Sambil duduk santai di Minggu pagi 1 April 2001 di teras rumahnya, dia berujar, “..tau kau artinya lagu itu, Dan? Artinya adalah supaya kau harus ingat berdoa, rajin berdoa..”. Setelah itu, berakhirlah kebersamaan kami. Di sore harinya, Yesus pun memanggilnya untuk kembali secara tiba-tiba seperti pencuri di malam hari. Seorang anak kelas 6 sd kehilangan sahabatnya. Dengan hati polos dan yakin aku berkata, ”..jauh di mata, dekat di hati..”. Inilah hubungan kami sekarang dan selamanya.

Sungguh betapa dia mencintai dan menyayangi kami demikian sebaliknya. Dia ingin kami semua menjadikan itu sebagai kekuatan yang menyatukan, menguatkan kami. Dalam satu buku Haleluya yang kerap dibawanya, aku mendapatkan tulisan tangannya. “Jadilah Manusia yang Tahan Uji. ”

Ya, segala ujian dalam hidup harus kita lalui tanpanya lagi, ada Yesus sahabat abadi yang selalu menguatkan. Kita selalu ditempah dengan segala masalah duniawi yang tak pernah berhenti. Dia ingin kita menjadi manusia, manusia yang tahan uji, manusia yang punya pengharapan, dan ingat berdoa kepada Tuhan.

…Hutonggohon do ham sayur matua haholongan, juppahan anak pakon boru na bujur…

(9 Tahun mengenang SB Purba Dasuha, Oppung BumBum yang selalu kurindukan. Seorang sahabat yang kubanggakan, Soul Brother mereka menyebutnya. Senyumanmu takkan hilang di dalam hatiku Pung, hati kami) - 1 April 2001 - 1 April 2010

Roma 5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Selamat Menjelang Paskah.
Dany Tupama Saragih
Tabik.

Tuesday, 23 March 2010

Tak kan hilang

Hai..

Setelah punya blog beberapa bulan, aku ga punya ide lagi buat menulis. Semuanya hilang ntah kemana. Padahal banyak yang seharusnya tak luput dari perhatianku melihat polemik yang terjadi selama beberapa bulan ini begitu beragam. Kebetulan niy, hatiku sedang gusar akhir-akhir ini. Awalnya aku berpikir bahwa emosi seseorang yang telah dewasa itu lebih stabil dibanding saat dia masih remaja. Eh, ternyata tidak demikian. Seorang dewasa memiliki masalah yang lebih kompleks terkait masa depannya, tanggungjawab, dan cintanya. Tak jarang, manakala sesuatu yang telah kita yakini tidak sesuai dengan kenyataan yang kita hadapi, kita akan kembali berkutat, merenung, bahkan berguling - guling untuk merumuskan kembali keyakinan itu.


Danau Toba yang begitu tenang dan dalam tak terselami.
Yahh. Definisi tentang kematangan jiwa mungkin memang belum kumengerti seutuhnya. Biarlah waktu yang menjawabnya. Apa yang kutunjukkan selama ini setidaknya mampu menggambarkan ketenangan dan kedamaian dan tak melanggar prinsip masa kecilku yang begitu mengidolakan seorang pria yang mampu tersenyum dalam tangisannya. Dan memang, aku menemukannya dalam diriku sendiri.

Karena memang sedang gusar dengan perasaanku, sejenak kubuka kembali sebuah puisi yang pernah tercoret dalam lembaran kisah masa laluku.

Cahayamu hangatkanku ..
Kurasakan kehadiran cinta diantara kita ..
Sungguh ini begitu menguatkan kita ..
Ya.. Kita.. Hanya kita..

Sperti matahati..
  yang memiliki energi panasnya..
Sperti hamparan pantai ..
  yang memang memiliki keindahannya ..
Sperti  dia, 
  dia yang benar - benar memiliki kehancurannya, kepedihannya, kebodohannya, dan kematiannya..

Ya.. cinta kita mampu membunuh cintanya !!

4-05-2007
danie

Membacanya sekarang, aku bingung sendiri. Apa yang kuyakini cinta ternyata bisa begitu menyakitkan bagi orang lain. Kembali kumerenung, apakah benar demikian..? Bagaimana jika yang tersakiti itu adalah aku sendiri..? Ahh.. Biarkan kuselesaikan perenungan ini dan kelak menjadi pelajaran berharga yang tak kan hilang dalam hidupku. Semoga akan terjawab, dengan keindahan, dalam penantian, penuh pengharapan.