SEARCH

Wednesday, 16 February 2011

Siapa Suruh tak Menutup Pintu. #pengakuan -bagian 2-

Saya curiga. Jangan-jangan ibu muda itu masih mengenang kejadian diantara kami berdua tadi pagi. Sungguh tak sengaja. Baiklah akan saya ceritakan.

Pukul 7.00 pagi tadi saya memandikan adik saya yg sedang cedera pada kakinya. Kira-kira 30 menit kami di dlm kmr mandi. Oh ya, kami memang berada di ruang perawatan patah tulang. Walau sebenarnya kaki adik saya tidak patah namun saya sendiri bingung menjelaskan kondisi sebenarnya. Si dukun bilang, mata kaki yang pecah. Tetapi orangtua saya tak setuju pendapat itu, berlebihan menurutnya.

Nah, saat adik sedang asyik bermandi ria. Saya sempat keluar kamar mandi, handuk ketinggalan. Ternyata, sudah ada antrian. Karenanya saya berpikir,baiklah saya harus mengejar waktu.

Harap dicatat, jika pintu kmr mandi / lebih tepatnya halaman mandi itu tdk saya tutup, mka org bisa masuk tanpa sengaja. Kelihatanlah.. Dan karena inilah cerita ini bermula. Setengah jam stelah saya memandikan adik, saya kembali ke kamar atau lebih tepatnya halaman mandi itu. Pintu halaman mandi terbuka. Tanpa ragu saya melangkah masuk. Eh!!

Si ibu muda yang mengantri tadi sedang jongkok. Kupandang kebawah, pahanya lumayan mulus. Refleksku tidak menghindar tapi menjelajah dgn mata.

Itulah saya. Sambil tersenyum saya undur diri. Si ibu muda hanya bilang, eh!! Dlm hati, saya memohon maaf. Ini kejadian sungguh diluar kehendak saya..

Judulnya, salah siapa gak nutup pintu kamar/halaman mandi?? Dan kesan, saya menikmati dan sedikit rasa bersalah.

Siang ini, 2 kali bertemu muka dgn nya. Saya hanya tertunduk malu. Tp dia menantang. #pengakuanku jilid 2. :)

-sekian-

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com