SEARCH

Monday, 26 July 2010

Untukmu bidadariku

Ketika mencintaimu, aku melihat berkas berkas harapan terpancar akan hariku yang penuh kedamaian. Dan saat cinta itu memelukku kembali, semakin terpatri tajam akan hari mesra dalam suka duka kelak kita bersama. Resapilahlah disitu ada inginku dan inginmu bersatu padu, menyatakan kekuatan hati kita untuk saling memilih dan memiliki. Begitulah sampai nanti hanya ada kita berdua yang berselimut di peraduan malam, penuh gairah dan hasrat mempesona.

Jangan pernah lepaskan genggaman tangan kita. Dalam cinta tak ada pengkhianatan, yang ada hanyalah kesalahan insan yang memerlukan hati yang besar nan gagah untuk memaafkan. Dan jika memang pengkhianatan yang lahir dari diri kita, ketahuilah bahwa cinta kita telah sirna. Hatiku kan menghitam pekat, membeku bahkan tak lagi berdenyut ketika mendengar namamu. Langkahku akan berjalan lunglai, senyumku akan hambar dan tatapan mataku akan kosong tak dapat mencari dan hanya menanti. Masa itu seolah hantu yang amat menggeluti pikiranku dan bahkan bermimpi pun aku tak sanggup melakukannya. Mungkinkah ini berarti betapa besarnya rasa ini padamu, tak ingin kehilanganmu sedetikpun sebagai tanda masih memerahnya jiwaku.

Jangan ragukan ku, karna ku tak pernah ragu untuk menginginkanmu. Kegalauanku bukan karena aku meragukan cinta sucimu, melainkan rasa dalam jiwaku yang kerap menguji kepatutanku untuk dicintai. Kesalahan-kesalahan di masa lalu dan mungkin kelak olehku, akan menghiasi harimu bidadariku. Beriku maaf, dan kuyakin kau pun menyanggupinya. Redam emosi dan egois yang kadang hinggap di hidupku dengan kelembutanmu, dan aku berjanji sepanjang langkahku untuk secuil senyummu, tawamu dan bahagiamu.

Memang tak mudah, ini ibarat mimpi. Tapi disaat kita bersama bukankah kau rasakan kekagumanku akan cinta yang terpancar kuat dari sorot matamu? Sungguh hangat belaian tanganmu itu, damai rasanya duduk di sampingmu, menatap matamu, menyentuh rambutmu, mendengar nada suaramu yang berbisik di telingaku. Kan kujaga kau selalu dengan rasa sayang setulus jiwa rasa, rasa cinta yang saling bercumbu dan tak pernah padam api asmaranya.

Tuesday, 13 July 2010

Mencari makna.

pose metal ku
Ini foto ceritanya sekitar setahun yang lalu. Haha.. Sesaat setelah mandi kusempatkan untuk berpose metal yang ditandai jari telunjuk dan kelingking sedangkan jari manis dan jari tengah yang dilipat, ditekuk. Formasinya menyerupai kepala kambing dengan dua tanduk nya. Agar sedikit lebih sangar, kutampilkan lidah yang menjulur keluar dan mata yang agak melotot seolah keduanya hendak meloncat keluar dari tengkorak kepalaku.


Sebentar kuamati foto itu, ada setitik kenangan yang serasa kembali menghangat dalam album perjalananku di perantauan. :D Ya, foto itu sendiri tepatnya di sebuah kamar, di sebuah villa di Kaliurang. Kala itu kebetulan kami, kumpulan pemuda gereja dari Semarang sedang mengadakan rangkaian acara kepemudaan, terkhusus menyambut kedatangan adik-adik baru yang seperti biasa harus 'dirayakan secara seremonial' beberapa malam dengan pergi ke daerah dingin nan sejuk seperti Kaliurang ini.

Intinya, di penyambutan itu ada benih cinta yang bersemi. Mungkin tak hanya aku yang mengalami, tetapi juga teman yang lain aku yakin mengalaminya. Setidaknya, aku menikmatinya sampai hari ini. :) Tapi, apakah itu tujuan acara ini, yang kalau tidak salah menguras begitu banyak tenaga dan sejumlah uang -lebih dari sepuluh juta-, dilaksanakan? Aku tak tahu. Ketika dikaitkan kembali esensi kegiatannya yakni penyambutan anggota baru yang bertujuan agar organsisasi tersebut berjalan lebih baik dengan hadirnya muka baru, semangat baru, dan strategi baru untuk kemajuan suatu organisasi kepemudaan tersebut kedepannya, dan setelah saya bandingkan dengan keadaannya sekarang, sepertinya acara seremonial itu sia sia belaka.

Akh.. Sudahlah.. Berawal dari sebuah foto pose metal ku itu di malam ini yang tak sengaja terlihat di monitor, seharusnya ada banyak hal yang harus selalu disyukuri dan diperbaharui, tidak hanya untuk ku tetapi juga segala sesuatu yang ada di sekeliling ku. Itulah makna terdalam dari sebuah kenangan.

baphomet to metalOh ya, sebenarnya gaya tanganku tak ada hubungannya dengan hal mistis seperti baphomet. Walaupun sebenarnya banyak orang secara tak sengaja meniru gaya tangan salam tiga jari seperti yang kutampilkan di foto ku itu, jari telunjuk dan jari kelingking yang berdiri sedangkan kedua jari di tengah nya menekuk (terkadang jempol menekan jari yang ditekuk, ada pula jempol yang tetap berdiri) dan tersehingga menyerupai kepala kambing baphomet seperti di samping ini, namun mereka juga tidak menyadari bahwa formasi tangan yang demikian sejatinya adalah tanda yang digunakan para pengikut setan. Dari sini juga lah awal mulanya legenda musik metal yang  pengikut ajaran setan tersebut mempopulerkan gaya tangan itu sehingga marak diikuti anak muda masa kini yang secara sadar ataupun tak sadar tentang makna dari simbol yang sedang mereka tunjukkan. Dan saya, entah mengapa sering berpose gaya metal demikian, padahal yang saya tahu, saya bukanlah seorang pemuja setan. Hmmm.. Mungkin hanya style, agar terlihat sangar kali ya...



Blogged with the Flock Browser