SEARCH

Saturday, 4 December 2010

Pengakuanku. -bagian 1-

Tahun lalu, ada kejadian kecil yang mengingatkan saya kejadian #nakal di tahun2 saya mengikuti sekolah dasar. Bermula dari pertemuan dgn seorang #junior karena saya emang sudah masuk barisan para #senior.
Ya, anak guru SD saya masuk perguruan tinggi yg sama dgn saya. Dan ketika memandang wajah si anak, membuatku tersenyum geli. :) Lalu, masuk lah saya ke masa ratusan bulan yang lampau.. Masa sekolah dasar, di kota kelahiran..

Sudah menjadi kebiasaan ketika asik mendengar guru 'bercerita', pena ditanganku selalu bergerak manis menodai sekujur tangan. Saking seriusnya mendengar guru, pena yang kugerakkan kesana kemari tanpa kusadari, ouch.. Pena terjatuh.. Plak.. Bergulir di bawahku..

Lalu kuraih si pena dengan mencoba menundukkan kepala. Tak mudah merengkuhnya karena ada di bawah meja dan bergulir lebih ke depan. Dan tanpa sengaja, terlihat olehku dua buah guling yang pangkalnya menyatu. Aku terpana. Seolah pena semakin jauh, jauh, jauh kuraih..

Namun herannya, aku justru hampir melupakan tujuan semula yakni mengambil pena yang seolah semakin jauh itu. Mataku semakin terpaku pada guling imut mirip paha yang ada dihadapanku. :p

Tapi.., sesaat kutersadar. Dengan segera pena pun seolah mendekat, kuraih. Kembali aku duduk, tapi tangan sedikit bergetar. Ohh, aku baru mengintip guru SD ku, yg duduk manis. :)

Awalnya memang aku merasa bersalah, tapi yang ada kemudian muncul rasa ingin melihatnya sekali lagi. Tapi...... Lagi.. Lagi dan lagi.. Jadilah setelah peristiwa itu, menjatuhkan pena menjadi keasikan baru buatku selain mencorat coret tangan dan buku seperti yang biasa kulakukan tanpa kusadari. 

Ya, aku anak SD yang pintar n sedikit #nakal demi paha guruku. Oh ya, kegiatan itu pun merutin tiap si guru masuk, tp hanya setahun. Tak berlanjut di tahun berikutnya. Maafkan saya bu guru, dalam benakku. :)

Pikiranku pun kembali ke ratusan bulan setelah kejadian intip paha, aku tersadar tepat setahun lalu ketika memandang si junior anak sulungnya. Ya anak si guru udah sama merantau sepertiku. :)

Usai sudah rasa bersalahku. Dan aku yakin si ibu guru telah memaafkan (andai dia tau :p), sebab aku turut membantu anaknya di rantau ini. Setidaknya menemani mencari rumah kostannya. :)
-ini #tweetmalam ttg pengakuan, rasa bersalah dan keluguanku.. :)-

Wednesday, 24 November 2010

Berjuang

Walau pun pernyataan 'penjajahan indon tak sepenuhnya benar slma 350 thn, tp perjuangan itu benar adanya. Brjuang sampai titik drh terakhir!

Hidup indah dengan perjuangan. Ada proses pembentukan jati diri di sana. Dan sampai sekarang tiap orang pasti sedang berjuang!

Makanya mbak mega bilang pilih PDI Perjuangan. :D Pahlawan Kemerdekaan kita sebut Pejuang Bangsa.

Dan ingatlah, perjuangan itu melulu ditempuh dengan pengorbanan. Itu pasti. :)

Sebagai contoh perjuangan, bunyi tweetmu menuliskan, "Berak di twitter, nyampah, ngupil atau apapun namanya juga bentuk perjuangan. Skrg sedang berjuang melawan kantuk. Ntar mau nonton Milan."

Ya, dan pengorbananny cukup bnyk. Dhi, aku melanggar aturan tdr dr org2 cerewet nan cantik di skitarku n trancam bangun pagi trus telat ngampus.

Itulah corat coret tentang perjuangan di malam ini. Dan buat seseorang yang kucintai, jadilah julietku, berjuanglah bersama denganku.

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com

Monday, 15 November 2010

Mobile Blogger

Postingan ini saya kirim langsung melalui email saya ke go@blogger.com. Dengan adanya fasilitas ini, menjadikan para blogger menjadi lebih mudah meng-update- postingan blognya melalui handphone.

Untuk memulai menggunakan fasilitas ini sebenarnya cukup mudah. Namun, ada baiknya untuk pertama kali melakukan aktivasi layanan ini melalui internet PC.

Info selengkapnya langsung saja klik link ini. http://www.blogger.com/mobile-start.g

Monday, 26 July 2010

Untukmu bidadariku

Ketika mencintaimu, aku melihat berkas berkas harapan terpancar akan hariku yang penuh kedamaian. Dan saat cinta itu memelukku kembali, semakin terpatri tajam akan hari mesra dalam suka duka kelak kita bersama. Resapilahlah disitu ada inginku dan inginmu bersatu padu, menyatakan kekuatan hati kita untuk saling memilih dan memiliki. Begitulah sampai nanti hanya ada kita berdua yang berselimut di peraduan malam, penuh gairah dan hasrat mempesona.

Jangan pernah lepaskan genggaman tangan kita. Dalam cinta tak ada pengkhianatan, yang ada hanyalah kesalahan insan yang memerlukan hati yang besar nan gagah untuk memaafkan. Dan jika memang pengkhianatan yang lahir dari diri kita, ketahuilah bahwa cinta kita telah sirna. Hatiku kan menghitam pekat, membeku bahkan tak lagi berdenyut ketika mendengar namamu. Langkahku akan berjalan lunglai, senyumku akan hambar dan tatapan mataku akan kosong tak dapat mencari dan hanya menanti. Masa itu seolah hantu yang amat menggeluti pikiranku dan bahkan bermimpi pun aku tak sanggup melakukannya. Mungkinkah ini berarti betapa besarnya rasa ini padamu, tak ingin kehilanganmu sedetikpun sebagai tanda masih memerahnya jiwaku.

Jangan ragukan ku, karna ku tak pernah ragu untuk menginginkanmu. Kegalauanku bukan karena aku meragukan cinta sucimu, melainkan rasa dalam jiwaku yang kerap menguji kepatutanku untuk dicintai. Kesalahan-kesalahan di masa lalu dan mungkin kelak olehku, akan menghiasi harimu bidadariku. Beriku maaf, dan kuyakin kau pun menyanggupinya. Redam emosi dan egois yang kadang hinggap di hidupku dengan kelembutanmu, dan aku berjanji sepanjang langkahku untuk secuil senyummu, tawamu dan bahagiamu.

Memang tak mudah, ini ibarat mimpi. Tapi disaat kita bersama bukankah kau rasakan kekagumanku akan cinta yang terpancar kuat dari sorot matamu? Sungguh hangat belaian tanganmu itu, damai rasanya duduk di sampingmu, menatap matamu, menyentuh rambutmu, mendengar nada suaramu yang berbisik di telingaku. Kan kujaga kau selalu dengan rasa sayang setulus jiwa rasa, rasa cinta yang saling bercumbu dan tak pernah padam api asmaranya.

Tuesday, 13 July 2010

Mencari makna.

pose metal ku
Ini foto ceritanya sekitar setahun yang lalu. Haha.. Sesaat setelah mandi kusempatkan untuk berpose metal yang ditandai jari telunjuk dan kelingking sedangkan jari manis dan jari tengah yang dilipat, ditekuk. Formasinya menyerupai kepala kambing dengan dua tanduk nya. Agar sedikit lebih sangar, kutampilkan lidah yang menjulur keluar dan mata yang agak melotot seolah keduanya hendak meloncat keluar dari tengkorak kepalaku.


Sebentar kuamati foto itu, ada setitik kenangan yang serasa kembali menghangat dalam album perjalananku di perantauan. :D Ya, foto itu sendiri tepatnya di sebuah kamar, di sebuah villa di Kaliurang. Kala itu kebetulan kami, kumpulan pemuda gereja dari Semarang sedang mengadakan rangkaian acara kepemudaan, terkhusus menyambut kedatangan adik-adik baru yang seperti biasa harus 'dirayakan secara seremonial' beberapa malam dengan pergi ke daerah dingin nan sejuk seperti Kaliurang ini.

Intinya, di penyambutan itu ada benih cinta yang bersemi. Mungkin tak hanya aku yang mengalami, tetapi juga teman yang lain aku yakin mengalaminya. Setidaknya, aku menikmatinya sampai hari ini. :) Tapi, apakah itu tujuan acara ini, yang kalau tidak salah menguras begitu banyak tenaga dan sejumlah uang -lebih dari sepuluh juta-, dilaksanakan? Aku tak tahu. Ketika dikaitkan kembali esensi kegiatannya yakni penyambutan anggota baru yang bertujuan agar organsisasi tersebut berjalan lebih baik dengan hadirnya muka baru, semangat baru, dan strategi baru untuk kemajuan suatu organisasi kepemudaan tersebut kedepannya, dan setelah saya bandingkan dengan keadaannya sekarang, sepertinya acara seremonial itu sia sia belaka.

Akh.. Sudahlah.. Berawal dari sebuah foto pose metal ku itu di malam ini yang tak sengaja terlihat di monitor, seharusnya ada banyak hal yang harus selalu disyukuri dan diperbaharui, tidak hanya untuk ku tetapi juga segala sesuatu yang ada di sekeliling ku. Itulah makna terdalam dari sebuah kenangan.

baphomet to metalOh ya, sebenarnya gaya tanganku tak ada hubungannya dengan hal mistis seperti baphomet. Walaupun sebenarnya banyak orang secara tak sengaja meniru gaya tangan salam tiga jari seperti yang kutampilkan di foto ku itu, jari telunjuk dan jari kelingking yang berdiri sedangkan kedua jari di tengah nya menekuk (terkadang jempol menekan jari yang ditekuk, ada pula jempol yang tetap berdiri) dan tersehingga menyerupai kepala kambing baphomet seperti di samping ini, namun mereka juga tidak menyadari bahwa formasi tangan yang demikian sejatinya adalah tanda yang digunakan para pengikut setan. Dari sini juga lah awal mulanya legenda musik metal yang  pengikut ajaran setan tersebut mempopulerkan gaya tangan itu sehingga marak diikuti anak muda masa kini yang secara sadar ataupun tak sadar tentang makna dari simbol yang sedang mereka tunjukkan. Dan saya, entah mengapa sering berpose gaya metal demikian, padahal yang saya tahu, saya bukanlah seorang pemuja setan. Hmmm.. Mungkin hanya style, agar terlihat sangar kali ya...



Blogged with the Flock Browser

Tuesday, 13 April 2010

Little Wing - Tribute to Jimi Hendrix

Teman, suntuk nih. Ada obat manjur. Semua sudah pada tau nih dari judulnya. Lagu legendaris dari Oppung Jimi Hendrix, Little Wing. So, let's rape our guitar, than live in blues.. Little Wing yang sangat mengispirasi.



Little Wing

Well she's walking through the clouds
With a circus mind that's running round
Butterflies and zebras
And moonbeams and fairy tales
That's all she ever thinks about
Riding with the wind.

When I'm sad, she comes to me
With a thousand smiles, she gives to me free
It's alright she says it's alright
Take anything you want from me,
Anything.

Fly on little wing,
Yeah yeah, yeah, little wing

Ini SRV.. Grrr..


Om Steve Vai, ampunn..


Ini Om Steve Vai dan Andy Timmons.. Enak kalii niy..


Ini persembahan Indonesia, Gugun & The Blues Shelter..


Ini Rama Satria Claproth. Masih Indonesia punya. Top Blues Indonesia sekarang nih.


Nih yang akustikannya nih..


Eric Clapton berduet Sheryl Crow.. Pake Saxophone juga loh.. Hmm..


Satu lagi, Paul Gilbert yang mainin.. Akhh.... Dahsyat.. (kalo ga kelihatan, ini linknya Paul Gilbert-Little Wing


Dan lain lain masih banyak kok.. Search sendiri aja yahh.. Aku mau nyanyiin bersama little angel ku duluuu.. ahahahaha..

Thursday, 1 April 2010

Kenangan Kecilku Dengannya..

Masa kanak-kanakku dulu, ada seorang tokoh kebanggaan juga sahabat yang sampai kini selalu kukenang. Kupanggil dia Oppung Bum – Bum. Maklum, masa kecilku di akhir abad XX adalah masa awal pecahnya perkembangan teknologi menjadi serba super dan dahsyat seperti sekarang ini. Jadi memang aku masih merasakan bagaimana perasaan seorang anak yang sedemikian girangnya ketika duduk dan menaiki si roda empat sangat membanggakan dan menyenangkan. Kebiasaan ku hanya ada 2, duduk tepat di pangkuannya di depan kemudi atau berdiri tepat di belakang nya sambil terkadang menggodanya dari belakang. Gas teyuss Pung……

Sebagaimana seorang anak yang tumbuh berkembang, di suatu tempat yang mereka sering sebut ‘siantar man’ pada masa itu, sungguh kebanggaan yang tiada tara bisa menaiki mobil, keliling kota dan menikmati angin sepoi perjalanan yang memang karena belum populernya perkembangan ac (air conditioner) di dalam mobil barangkali. Makan mie pangsit di jalan surabaya, tiap hari minggu sebelum pergi sekolah minggu sering menikmati jajanan pagi yang dibeli dari warung acek di jalan surabaya dan tak jarang bangun di tengah malam hanya untuk menyantap mie panjang belakang deli yang fenomenal enaknya. Sungguh perjalanan masa kecil yang indah, penuh makna canda dan tawa bersama seorang sahabat kebanggaanku Oppung Bum-Bum. Top markotop…..

Pernah aku melarikan diri dari rumah. Malam minggu itu, seperti biasa tawaran menginap semalam di rumah oppung memang susah untuk ditolak. Mamak, yang terkadang mudah ditaklukkan, kekeuh untuk menahanku di rumah dengan alasan besok paginya harus bangun pagi berangkat sekolah minggu. Mengadu sama bapak,ahh seperti biasanya, apa kata mamaklah yang jadi. He..he.. Memang bisa dimaklumi karena sering tidur larut kalau lagi di rumah oppung. Betapa tidak, jam 8 selepas makan malam selalu bercerita dengan Oppung Bum-Bum dan Oppung Perempuan di teras rumah. Disitulah bermacam pertanyaan, petuah, dan cerita selalu dihadirkan kehadapanku juga kepada cucu oppung lainnya bang jaya, bang leo, dan gendo. Selepas itu ada saja lanjutannya sessioncurhat bersama tante ina dan tulang iton.

Karena itulah, dengan tekad bulat seorang anak sd, aku menyelinap keluar rumah sekira pukul 11 malam. Gubrakkk, ketahuan pintu rumah ada yang buka, mamak pun memanggil dengan suara khasnya, “daniiiiiiiiiii…..”. Sejurus kemudian aku sudah ada di depan pagar rumah oppung di seberang rumah, jalan bali nomor 5. Selanjutnya yang kuingat adalah aku menangis, karena menyesal seolah melawan orangtua barangkali. Ya iyalah, seorang anak baik melarikan diri dari rumah jam 11 malam untuk tidur di rimah oppung, mendapatkan mosaik indah masa kecil yang memang sungguh berarti sampai kini. Hehehe…………..

Yaa, begitu lah satu dari ribuan kenangan masa kecilku yang kerap kali menghias kalbu dan selalu ingin mengulanginya. Tanpa beban, karena sahabatku itu selalu mampu hadir mendinginkan suasana dan menghangatkannya kembali. Pernah kami berdua di rumah sedang memanaskan daging sampai gosong karena keasyikan cerita, dia bilang padaku, “..wah gosong daging kita mang(amang). Tapi inilah yang enak itu, mantap ini (daging gosong)” . Aku pun menyantap sajalah.. Ya, dia tak pernah ingin rasa kecewa hinggap di sanubari isteri, anak, boru, cucu, dan semua orang di sekelilingnya.

Lagu ‘husayang-sayang’ yang dinyanyikan berulang kali oleh bang jaya silalahi disampingnya pada acara tahun baruan januari 2001 itu mungkin sangat menyentuh hati oppung kami. “…lang pala ham botou tartawai.., hubotoh domma das sura-sura mu… Ongga do ham cinta hubakku.., ongga do ham husayang-sayang…”

Aku juga tertegun di hari ini mengenang petuah indah darinya. Ketika 8 tahun lalu, lagu borhat ma da inang terdengar dari music mobil tulang. “…ingot martamiang…”. Sambil duduk santai di Minggu pagi 1 April 2001 di teras rumahnya, dia berujar, “..tau kau artinya lagu itu, Dan? Artinya adalah supaya kau harus ingat berdoa, rajin berdoa..”. Setelah itu, berakhirlah kebersamaan kami. Di sore harinya, Yesus pun memanggilnya untuk kembali secara tiba-tiba seperti pencuri di malam hari. Seorang anak kelas 6 sd kehilangan sahabatnya. Dengan hati polos dan yakin aku berkata, ”..jauh di mata, dekat di hati..”. Inilah hubungan kami sekarang dan selamanya.

Sungguh betapa dia mencintai dan menyayangi kami demikian sebaliknya. Dia ingin kami semua menjadikan itu sebagai kekuatan yang menyatukan, menguatkan kami. Dalam satu buku Haleluya yang kerap dibawanya, aku mendapatkan tulisan tangannya. “Jadilah Manusia yang Tahan Uji.

Ya, segala ujian dalam hidup harus kita lalui tanpanya lagi, ada Yesus sahabat abadi yang selalu menguatkan. Kita selalu ditempah dengan segala masalah duniawi yang tak pernah berhenti. Dia ingin kita menjadi manusia, manusia yang tahan uji, manusia yang punya pengharapan, dan ingat berdoa kepada Tuhan.

…Hutonggohon do ham sayur matua haholongan, juppahan anak pakon boru na bujur…

(9 Tahun mengenang SB Purba Dasuha, Oppung BumBum yang selalu kurindukan. Seorang sahabat yang kubanggakan, Soul Brother mereka menyebutnya. Senyumanmu takkan hilang di dalam hatiku Pung, hati kami) - 1 April 2001 - 1 April 2010

Roma 5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Selamat Menjelang Paskah.
Dany Tupama Saragih
Tabik.

Tuesday, 23 March 2010

Tak kan hilang

Hai..

Setelah punya blog beberapa bulan, aku ga punya ide lagi buat menulis. Semuanya hilang ntah kemana. Padahal banyak yang seharusnya tak luput dari perhatianku melihat polemik yang terjadi selama beberapa bulan ini begitu beragam. Kebetulan niy, hatiku sedang gusar akhir-akhir ini. Awalnya aku berpikir bahwa emosi seseorang yang telah dewasa itu lebih stabil dibanding saat dia masih remaja. Eh, ternyata tidak demikian. Seorang dewasa memiliki masalah yang lebih kompleks terkait masa depannya, tanggungjawab, dan cintanya. Tak jarang, manakala sesuatu yang telah kita yakini tidak sesuai dengan kenyataan yang kita hadapi, kita akan kembali berkutat, merenung, bahkan berguling - guling untuk merumuskan kembali keyakinan itu.


Danau Toba yang begitu tenang dan dalam tak terselami.
Yahh. Definisi tentang kematangan jiwa mungkin memang belum kumengerti seutuhnya. Biarlah waktu yang menjawabnya. Apa yang kutunjukkan selama ini setidaknya mampu menggambarkan ketenangan dan kedamaian dan tak melanggar prinsip masa kecilku yang begitu mengidolakan seorang pria yang mampu tersenyum dalam tangisannya. Dan memang, aku menemukannya dalam diriku sendiri.

Karena memang sedang gusar dengan perasaanku, sejenak kubuka kembali sebuah puisi yang pernah tercoret dalam lembaran kisah masa laluku.

Cahayamu hangatkanku ..
Kurasakan kehadiran cinta diantara kita ..
Sungguh ini begitu menguatkan kita ..
Ya.. Kita.. Hanya kita..

Sperti matahati..
  yang memiliki energi panasnya..
Sperti hamparan pantai ..
  yang memang memiliki keindahannya ..
Sperti  dia, 
  dia yang benar - benar memiliki kehancurannya, kepedihannya, kebodohannya, dan kematiannya..

Ya.. cinta kita mampu membunuh cintanya !!

4-05-2007
danie

Membacanya sekarang, aku bingung sendiri. Apa yang kuyakini cinta ternyata bisa begitu menyakitkan bagi orang lain. Kembali kumerenung, apakah benar demikian..? Bagaimana jika yang tersakiti itu adalah aku sendiri..? Ahh.. Biarkan kuselesaikan perenungan ini dan kelak menjadi pelajaran berharga yang tak kan hilang dalam hidupku. Semoga akan terjawab, dengan keindahan, dalam penantian, penuh pengharapan. 


Sunday, 3 January 2010

Setia, Pria, Wanita – about (no) love..

Mmmm... Begini nih jika ada malam yang menjadi milikku. Jadilah daku ngelantur pikirannya entah kemana. Hihi.. Kbetulan, ku punya blog baru :), tak ada salahnya aku share disini yahh pikiran ngelantur ituu..

Tak sengaja (sengaja ding..), kata setia menghangat kembali dipikiranku setelah mendingin, membasi -dan tak membusuk- berbulan-bulan di dalam kepala ini. Setelah membrowsing, yahh biasalah, bahkan ribuan tulisan tak mutu -dan mungkin besok2 tulisan ini salah satunya, hehe..- sampai mutu tinggi diperhadapkan. Dari semuanya itu, ada satu celoteh yang cukup menarik hatiku. Bunyinya kira-kira begini 'Cow selingkuh karena bodynya, cew selingkuh karena heartnya”.

Seketika naluri priaku membuncah. :) Yah, keyakinanku bahwa seorang pria yang selingkuh bermula karena fisik selingkuhannya, yaitu pada wanita bertoket kencang, pantat montok, wajah yang menggairahkan. Sedangkan 'wanita yang benar wanita' tidak demikian. Eits, tunggu dulu tentang wanita yang benar – benar wanita.

Memasuki era baru bin zaman edan, tak banyak wanita yang benar wanita. Apalagi ketika suatu hari, aku membaca kisah – kisah seribu satu wanita muda (lebai mode : ON) berstatus pelajar SMA dan mahasiswi yang tersebar di pelosok negeri ini berbondong-bondong menjadi istri simpanan pejabat. Mereka berlindung dibalik agama dengan judul nikah siri. Demikian juga wanita – wanita pemburu om – om berburung kecil tp bermobil mewah dan kemudian kembali bertemu pacar tercinta dengan untaian kata-kata romantis tanda kerinduan. Apalagi ditambah cerita teman-teman yang patah hati karena ditolak, diputusin dan diselingkuhin oleh cewe'nya hanya karena sang pria tak berroda atau hanya punya roda yang kecil. Hehe.. Yahh, bagiku mereka bukanlah wanita yang benar – benar wanita. Dan yang pantas bagi mereka adalah pria brengsek pula yang sama dengan nya.

Wanita yang benar – benar wanita (truly woman) adalah mereka yang selingkuh dengan hatinya. Perselingkuhan ini bisa membuat pria dengan type apapun yang mencintainya merasakan keruntuhan dunia walau belum saatnya. Setiap pria seharusnya menyesal sekaligus bangga melihat fenomena ini. Menyesal ketika mengapa seorang wanita 'tega' memberi hatinya, bermimpi, mendamba seorang pria lain untuk dijadikan sandaran hati, penuntun hidup bahkan suatu saat mereka bisa menuju bulan bersama tanpa pesawat Appolo yang dipakai Neil Amstrong ketika mendarat di bulan yang penuh kenikmatan itu. Dan berbanggalah wahai pria yang menjadi selingkuhan seorang truly woman. Bukankah seorang pria merasa superior ketika ada wanita yang meluapkan seluruh perasaannya padahal wanita itu bukan miliknya..?




Hai pria, ketika seorang yang paling kau cintai memiliki pria lain dalam hatinya, kasihani dia karena pasti wanita itu terjebak oleh hati manusia yang dimilikinya. Dan yakinlah, bahwa ketika kau menyebutnya cinta, maka cinta itu pun akan menjadi milikmu (kembali). Hai wanita, ketika seorang yang paling kau cintai memiliki wanita lain dalam mimpinya, menangislah untuknya karena dia sedang dikuasai oleh naluri binatang yang memang ada dalam diri setiap pria. Namun yakinlah, cinta pasti akan saling memiliki dan engkaulah anugerah terindah dalam hidupnya.

Pada akhirnya, saya bingung menentukan kesetiaan itu datangnya dari hati apakah itu memang sudah tertanam dalam pribadi orang-orang tertentu. Pada kenyataan nya tiap orang bisa menjadi setia dan tidak. Demikian juga selingkuh, mulai dari presiden sampai rakyat jelata, saya yakin ada beribu perselingkuhan dalam kisah-kisah mereka. Dan harapan kita bersama, semoga perselingkuhan yang kita 'bina' (iihhiirr.......) bisa 'berakhir' dengan manis sehingga kita benar-benar menjadi orang yang setia selamanya dengan orang yang kita cintai. Ooh, so sweet....

-untuk seorang wanita yang kudamba-
-dhani Garingging-